Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari 2021

Masa Depan

  Source : www.nu.or.id   Tsaqifa Aulya Afifah Gelombang Waktu Sebuah perjalanan hidup yang akan terus maju Ia tak pernah mundur kebelakang Namun, ia bisa melihat kebelakang Meninggalkan pijakan lalu Melihat kenangan yang telah dilewati   Pahit.... Manis.... Sebuah kenangan yang lalu, Tak perlu tuk merayu Tak akan kau mampu   Waktu tak akan menunggu Ia selalu melangkah maju Jangan terpaku diam Pergilah! Kemudian mengukir yang baru Di masa yang akan datang   Harapan Untuk Masa Depan Menyelam..... Tenggelam dalam lautan kesedihan Sunyi, gelap, tak satupun orang yang mengetahuinya Hanya suara putus asa yang terdengar Berdering keras membekas dalam ingatan Sempitnya dunia lelahkan jiwa   Rantai kesedihan mengitari pikiran Ketakutan menjelma seperti neraka kehidupan Namun suara hati tak pernah menyakiti Hati pun selalu menyakinkan diri Bahwa masih ada harapapan untuk masa depan   Memulai semua kembali perlahan-lahan Lup

JIWA SOSIALISME MAHASISWA ERA PANDEMI

  Oleh: Immawati Syafira Silmi Kaffah Pada masa wabah seperti saat ini banyak masyarakat yang menderita, tanpa memandang status, semua terkena dampaknya. Kaum atas menderita dengan bisnis yang menurun penghasilannya dan terpaksa mengambil langkah untuk memberhentikan sebagian karyawan hingga menutup bisnisnya, sebagai contoh perusahaan yang tutup akibat wabah seperti Giant, Centro, dan Matahari. Hal tersebut akan lebih terasa untuk kaum bawah, terkena pemberhentian kerja membuat penghasilan tak lagi didapat, mencari pekerjaan pun sangat susah dengan tidak adanya perusahaan yang membuka lowongan, membuka usaha pun harus mengambil resiko yang besar apabila bisnis yang dibuka gagal untuk bersaing di pasaran. Pada tahun 2020 merupakan masa masa-masa yang sulit bagi seluruh negara, dalam segala bidang baik perekonomian, pendidikan, sosial, kesehatan, maupun spiritual. Golongan mahasiswa berada pada usia kisaran 18 - 24 tahun untuk masa- masa produktifnya, pada masa itu mahasiswa ada yang

Krisis Iklim dan Islam yang Memihak

Sources: Kompas.com Oleh: Immawan Jauzi Sandiah Cuaca dan iklim di bumi sering berubah dan berlangsung secara alamiah, baik secara musiman, tahunan, dan sepuluh tahunan. Tetapi, cuaca ekstrem makin sering terjadi dari apa yang seharusnya alamiah itu, Inter-governmetal Panel on Climate Change (IPCC), menyimpulkan bahwa dalam 150 tahun terakhir pengaruh kegiatan atau intervensi manusia (anthropogenic intervention) memicu terjadinya pemanasan global dan perubahan iklim yang lebih ekstrem, mulai dari pemanfaatan sumber daya energi fosil, yakni minyak bumi, gas bumi, dan batu bara, serta pembabatan hutan dan alih guna lahan. Berubahnya iklim di bumi secara ekstrem, langsung maupun tidak langsung yang diakibatkan oleh aktivitas manusia, menyebabkan perubahan komposisi atmosfer secara global, dan pelbagai kondisi bumi yang mengakibatkan bencana. Ismid Hadad, dalam Perubahan Iklim dan Pembangunan Berkelanjutan (2010) menyebutkan, perubahan iklim merupakan tantangan multidimensi paling seriu

Peran IMM dalam Filantropi Islam

  Oleh: Immawan Muhammad Hafizh Ar-Raiyan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah merupakan salah satu organisasi otonom Muhammadiyah yang lahir pada tanggal 14 Maret 1964/29 Syawal 1384 H di Yogyakarta. IMM berusaha untuk mewujudkan terbentuknya akademisi Islam yang berakhlak mulia dalam rangka mencapai tujuan Muhammadiyah. Disamping itu, IMM memiliki sebuah Tri Kompetensi Dasar yaitu Religiusitas, Intelektualitas, dan Humanitas. Kompetensi Humanitas IMM dapat dipahami sebagai kompetensi hubungan sosial atau memberi kemanfaatan kepada manusia. Karena sebaik-baiknya manusia adalah yang paling bermanfaat untuk manusia. Contoh sederhana penerapan kompetensi IMM adalah menjadi relawan mengajar gratis, mendirikan taman bacaan, menggalang dana untuk korban bencana, dan gerakan filantropi lainnya. Indonesia termasuk kedalam 10 negara paling dermawan di dunia. Tetapi, angka kemiskinan dan kesenjangan sosial di Indonesia masih cukup tinggi. Filantropi Islam adalah salah satu upaya untuk mengurangi k

Mahasiswa Bagian dari Masyarakat Menghadapi Covid-19 dan Anjuran Tolong Menolong

Oleh: Immawati Hana Faadhilah Pandemi dunia yang sedang dihadapi merupakan pandemi global yang melanda seluruh negara di dunia. Pandemi wabah Covid-19 yang melanda di dunia secara global memberikan efek pada kehidupan sosial masyarakat, ekonomi, dan pendidikan pada suatu bangsa. Hal ini yang menjadi wujud gerakan memerangi wabah Covid-19. Dimana adanya wabah Covid-19 telah mengubah tatanan kehidupan menjadi kehidupan baru yang di perlukan beradabtasi. Di sinilah mahasiswa sebagai bagian dari masyarakat dapat berperan, dimana mahasiswa sebagai akademisi muda dan generasi penerus bangsa memiliki peran penting dalam penanganan Covid-19. Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy mengatakan bahwa mahasiswa memiliki peran pada era pandemi Covid-19 saat ini sangat besar dan di butuhkan. Dimana mahasiswa dapat melakukan sosialisasi serta edukasi terkait protokol kesehatan pencegahan wabah Covid-19, tuturnya. Dengan demikian, lantas apa yang akan

Pengaruh Taman Siswa dan Muhammadiyah dalam Bidang Pendidikan

Oleh: Immawati Landung Salsabiila Zuhaal Ing Ngarsa Sung Tuladha, Ing Madya Mangun Karsa, Tut Wuri Handayani, adalah tiga semboyan utama yang dicetuskan oleh Bapak Pendidikan Indonesia, Ki Hadjar Dewantara atau Raden Mas Suwardi Suryaningrat. Saat ini tiga kalimat tersebut menjadi slogan maupun semboyan utama dari pendidikan Indonesia. Beliau sejak dahulu digadang-gadang menjadi penggerak pendidikan modern di Indonesia sejak sebelum proklamasi kemerdekaan. Bila dilihat dari sudut pandang sejarah, ada seorang penggerak di bidang pendidikan jauh sebelum KI Hadjar Dewantara dengan Perguruan Taman Siswa-nya. Beliau adalah KH. Ahmad Dahlan, pendiri organisasi Muhammadiyah di Yogyakarta. Taman Siswa sendiri baru berdiri 3 Juli 1922. Sementara Muhammadiyah telah berdiri pada 18 November 1912, bahkan KH. Ahmad Dahlan sudah mendirikan sekolah tanpa badan hukum tahun 1911. Pada saat itu KH. Ahmad Dahlan merasa kurang puas akan pendidikan pesantren yang tidak memiliki kejelasan dalam jenjan

Covid-19 dan Anjuran Tolong Menolong

  Oleh: Immawati Afifatur Rasyidah INA Seiring dengan adanya pademi wabah Covid-19, kini WFH ( Work From Home ) sedang menjadi solusi untuk mengurangi risiko penyebaran rantai wabah ini. Tidak hanya berdampak pada kesehatan, bahkan pendidikan, ekonomi, hingga kegiatan keagamaan pun terganggu. Masyarakat dilatih untuk saling berempati, sedangkan ruang gerak dan kegiatan sosial dibatasi. Ada keinginan, kemauan, dan kesempatan untuk saling berbagi dan meringankan kesusahan. Meski demikian, hal ini senada dengan adanya kekhawatiran. Kegiatan tolong menolong dan berbagi sangat berkaitan erat dengan sosial, yakni adanya bentuk interaksi antar-manusia. Meski demikian, ada faktor lain dalam berinteraksi dengan masyarakat, seperti aqidah dan akhlak . Seperti halnya dalam al-Qur’an dan Hadis, adanya perintah untuk menyantuni anak yatim dan memberi makan fakir miskin, karena menghardiknya adalah mendustakan agama (dalam QS.Al-Maun), dan tidak dikatakan beriman jika belum menyayangi tetangga (saud