Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Resensi

Jejak Pemikiran Kyai Ahmad Dahlan

Buku                            : Kyai Ahmad Dahlan (Jejak Pembaruan Sosial dan Kemanusiaan) Penulis                          : Abdul Munir Mulkhan Penerbit                        : PT Kompas Media Nusantara, (Jakarta, 2010) Halaman                       : xx + 308 ISBN                            : 978-979-709-497-3 Peresensi           ...

Manusia Pembebas

Buku                             : Kitab Pembebasan (Tafsir Progresif atas Kisah-kisah dalam al-Qur’an) Penulis                          : Eko Prasetyo Penerbit                        : Beranda Cetakan/tahun              : 2 (dua)/2016 Jumlah halaman            : 354 ISBN                              : 978-602-74184-0-0 Peresensi       ...

Abrogasi Intra dan Extra Qur'anic

Buku            : Menyoal Status Agama-Agama pra-Islam: Kajian Tafsir Al-Qur`an atas Keabsahan Agama Yahudi dan N asrani setelah Kedatangan Islam. Penulis          : Dr. Sa`dullah Affandy Penerbit         : Mizan Pustaka ISBN : 978-979-433-877-3 Peresensi       : Khoirum Majid Al-Qur`an merupakan kitab suci bagi kaum muslim, ayat-ayatnya menjadi acuan bagi kehidupan. Kandungannya digali dari zaman klasik hingga kontemporer seakan-akan tak pernah habis dan memang begitu adanya. Keindahan bahasa tak diragukan lagi sampai dikatakan oleh Amin Al-Khuli sebagai “kitab sastra yang agung”. Meski begitu, Al-Qur`an bukanlah karya sastra. Al-Qur`an  banyak dikaji sehingga memunculkan banyak gagasan baru, dan menciptakan keilmuan tersendiri. Salah satu  bagian kecil dari keilmuan Al-Qur`an adalah naskh-mansukh / abrogasi. Secara umum naskh-mansukh merupaka kajian Al-Quran yang memba...

Tragedi kemanusiaan: Holocaust

Holocaust adalah satu tragedi besar yang turut memiliki andil dalam memperluas kajian sejarah peradaban manusia, yang terjadi pada tahun 1933-1945. Genosida sistematis yang dilancarkan oleh partai Nazi terhadap berbagai ras, etnis, dan bangsa sebagai akibat dari tawaran teori geo-politik oleh Karl Haushover (yahudi) dan klaim kekuatan “maha” yang digagas oleh ras Arya, Jerman. Sejarah selalu memiliki kesimpulan antara diterima atau tidak diterima, sebuah kenyataan atau justru dongeng karangan sekelompok orang demi kepentingan tertentu, ia bernilai tepat atau sebaliknya. Sebagai akibat dari berbagai kesimpulan sejarah yang ada, muncul pula satu pemeo “sejarah selalu ditulis oleh mereka yang menang” . Kekuatan apa yang unggul setelah terjadi perckcokan, mereka yang akan menulis sejarah kegemilangannya serta kebobrokan lawannya, mungkin lumrah, mungkin juga salah. Pendapat Pertama mengenai Peristiwa Holocaust Kebesaran seseorang selalu ditopang oleh orang-orang dekat ...

Sejarah Yahudi dan Klaim Kaum Terpilih*

Dalam sejarah perkembangan keagamaan dunia, setidaknya ada 3 (tiga) agama monoteisme (kepercayaan pada satu Tuhan) yang tumbuh dan berkembang sampai saat ini. Ketiga agama tersebut adalah Yahudi, Nashrani (Kristen), dan Islam. Ketiga agama ini pada dasarnya merujuk kepada panutan yang sama, yaitu Nabi Ibrahim as. yang dikenal sebagai “bapak monoteisme”, fakta ini tertera dalam masing-masing kitab suci mereka, Yahudi dengan Tauratnya, Nashrani dengan Injilnya, serta Islam dengan Al-Qur’annya. Fokus pembahasan kita kali ini adalah tentang agama Yahudi. Meskipun terdapat berbagai perbedaan pendapat tentang asal-usul kaum ini, tetapi sejarawan dan mayoritas tokoh Yahudi berpendapat bahwa istilah Israil bermula dari anak keturunan Nabi Ibrahim melalui jalur Nabi Ishak, yang kemudian melahirkan Nabi Ya’kub yang nantinya akrab dengan nama Israil. Jika data ini benar, maka sebenarnya kita perlu lebih bijak dalam menyebut kata Israil. Terlebih, mencemooh kata “Israil” adalah suatu hal yang kur...

IMM dan Warna Merah*

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) didirikan pada tanggal 14 Maret 1964 di Kota Yogyakarta, yang diprakarsai oleh Drs. Moh. Djasman al-Kindi, M. Husni Thamrin, Drs. Rosjad Shaleh, Sudibjo Markoes, dll. Sebelumnya, Muhammadiyah sudah mempunyai ortom (organisasi otonom) lain di masing-masing tingkatan. Ada Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) di tingkat pelajar, Pemuda Muhammadiyah (PM) ditingkat pemuda putra dan Nasyiatul Aisyiah untuk putri. Alasan tidak dibentuknya ortom ditingkat mahasiswa saat itu dikarenakan Muhammadiyah belum mempunyai Perguruan Tinggi yang mampu menjadi wadah bagi arah gerak mahasiswa. Sedangkan Perguruan Tinggi Muhammadiyah baru didirikan pada tahun 1955. Selain itu, banyak diantara anggota Muhammadiyah yang sudah nyaman berada di HMI (Himpunan Mahasiswa Islam), yang memang mempunyai beberapa kesamaan ideologi dengan Muhammadiyah. Seiring berjalannya waktu, dan semakin berkembangnya Perguruan Tinggi Muhammadiyah, keinginan untuk mendirikan ortom di tingkat mahasi...

Harmoni dalam Kemajemukan

Judul                : Fikih Kebinekaan (Pandangan Islam Indonesia Tentang Umat, Kewargaan dan Kepemimpinan non-Muslim Penulis              : Azyumardi Azra, dkk Editor               : Wawan Gunawan Abdul Wahid, Muhammad Adullah Darraz, dan Ahmad Fuad Fanani Penerbit            : Kerjasama Mizan dan Maarif Institute Tahun Terbit     : Cetakan Pertama,   Agustus 2015 Tebal                : 360 halaman ISBN                : 978-979-433-896-4 Peresensi          : Muhammad Ridha Basri* Indonesia adalah negara yang bineka. Majem...