Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Artikel

BULI (Budaya Literasi) Studi Analisis Filosofis

  Oleh : Joko Riyanto, Cf   A.       Jendela Urgensi Tumbuh Berkembangnya Budaya Literasi Secara etimologis, literasi dalam kamus KBBI diartikan sebagai pemahaman membaca dan menulis. Sedangkan secara terminologis, literasi adalah sebuah aktifitas yang intensif dalam upaya membaca untuk sebuah pemahaman dan mengolah pemahaman kedalam sebuah gagasan dan didistribusikan kedalam sebuah tulisan. Namun pada dasarnya, jika kita menelahaan lebih fundamental sebuah pembacaan dan penulisan tidaklah sesederhana seperti itu. Ada sebuah proses panjang yang perlu disadari bagi setiap individu maupun kelompok dalam hal budaya literasi. Kesadaran yang dimaksud ialah kesadaran kritis atas sebuah pemahaman dari hasil pembacaan dan kepenulisan yang kritis untuk sebuah perubahan. Menulis tidak serta merta hanya bertujuan untuk meraih sebuah popularitas. Sebelum beranjak lebih jauh ke dalam analisis tentang budaya literasi, alangkah lebih ba...

Tragedi kemanusiaan: Holocaust

Holocaust adalah satu tragedi besar yang turut memiliki andil dalam memperluas kajian sejarah peradaban manusia, yang terjadi pada tahun 1933-1945. Genosida sistematis yang dilancarkan oleh partai Nazi terhadap berbagai ras, etnis, dan bangsa sebagai akibat dari tawaran teori geo-politik oleh Karl Haushover (yahudi) dan klaim kekuatan “maha” yang digagas oleh ras Arya, Jerman. Sejarah selalu memiliki kesimpulan antara diterima atau tidak diterima, sebuah kenyataan atau justru dongeng karangan sekelompok orang demi kepentingan tertentu, ia bernilai tepat atau sebaliknya. Sebagai akibat dari berbagai kesimpulan sejarah yang ada, muncul pula satu pemeo “sejarah selalu ditulis oleh mereka yang menang” . Kekuatan apa yang unggul setelah terjadi perckcokan, mereka yang akan menulis sejarah kegemilangannya serta kebobrokan lawannya, mungkin lumrah, mungkin juga salah. Pendapat Pertama mengenai Peristiwa Holocaust Kebesaran seseorang selalu ditopang oleh orang-orang dekat ...

Muhammad Bukan Tuhan

Muhammad itu tidak lain hanyalah seorang rasul, sungguh telah berlalu sebelumnya beberapa orang rasul. Apakah jika Dia wafat atau dibunuh kamu berbalik ke belakang (murtad)? Barangsiapa yang berbalik ke belakang, Maka ia tidak dapat mendatangkan mudharat kepada Allah sedikitpun, dan Allah akan memberi Balasan kepada orang-orang yang bersyukur. (QS. Ali Imran: 144) Mengakui eksistensi Muhammad sebagai seorang utusan Tuhan merupakan salah satu prasyarat untuk menjadi muslim, sebagaimana yang tertuang dalam kalimat syahadatain. Lebih dari itu, tidak dikatakan beriman seseorang yang tidak percaya akan kerasulan Muhammad, selain keimanan kepada Allah Swt, malaikat-Nya, kitab-Nya, hari kiamat, serta keimanannya kepada qadla dan qadar, (HR. Muslim). Keimanan kepada Nabi Muhammad tidak dapat disejajarkan atau disamakan dengan keimanan kepada Allah. Sebagaimana yang tertera pada QS. Ali Imran: 144 diatas, Muhammad tidak lain dan tidak bukan hanyalah seorang rasul. Lebih lanjut dijelaskan, sun...