Langsung ke konten utama

Postingan

Covid-19 dan Anjuran Tolong Menolong

  Oleh: Immawati Afifatur Rasyidah INA Seiring dengan adanya pademi wabah Covid-19, kini WFH ( Work From Home ) sedang menjadi solusi untuk mengurangi risiko penyebaran rantai wabah ini. Tidak hanya berdampak pada kesehatan, bahkan pendidikan, ekonomi, hingga kegiatan keagamaan pun terganggu. Masyarakat dilatih untuk saling berempati, sedangkan ruang gerak dan kegiatan sosial dibatasi. Ada keinginan, kemauan, dan kesempatan untuk saling berbagi dan meringankan kesusahan. Meski demikian, hal ini senada dengan adanya kekhawatiran. Kegiatan tolong menolong dan berbagi sangat berkaitan erat dengan sosial, yakni adanya bentuk interaksi antar-manusia. Meski demikian, ada faktor lain dalam berinteraksi dengan masyarakat, seperti aqidah dan akhlak . Seperti halnya dalam al-Qur’an dan Hadis, adanya perintah untuk menyantuni anak yatim dan memberi makan fakir miskin, karena menghardiknya adalah mendustakan agama (dalam QS.Al-Maun), dan tidak dikatakan beriman jika belum menyayangi tetangga (...

Tetaplah Berkemajuan Pada Abad Kedua

  Sumber: www.goodreads.com Oleh: Immawan Zayyan Adib Kautsar Sebagai sebuah organisasi Islam tertua di Indonesia, sudah 108 tahun Muhammadiyah telah menunjukkan kebermanfaatannya. Spirit Islam berkemajuannya tidak lekang oleh waktu dan terus teraplikasikan dengan baik oleh pimpinan dan seluruh elemen yang terdapat dalam tubuh Muhammadiyah. Disamping itu, spirit berkehidupan Islami sudah lama dicontohkan oleh KH. Ahmad Dahlan melalui habit dan cerminan perilaku beliau setiap hari. Spirit berkemajuan ini salah satunya bisa dilihat dari pakaian yang dipakai beliau, yakni setelan jas layaknya gaya barat yang dipadukan dengan jarik batik sebagai bawahan serta surban yang dililit di atas kepala. Hal ini menunjukkan kemajuan fikiran beliau dalam menanggapi respon budaya positif yang ada. Pada awal berdirinya, Muhammadiyah sudah menjelma sebagai organisasi yang bergerak pada ranah pendidikan dan sosial. KH. Ahmad Dahlan yang terpengaruh oleh 3 pemikiran pembaharu Islam terkemuka pada ...

Ugensi Takhrij Hadis

  Oleh: IMMawan Nizam Zulfa Hadis merupakan dasar pedoman hidup setelah al-Qur’an sebagaimana Firman Allah “ Barangsiapa menaati Rasul, maka sesungguhnya ia telah menaati Allah” (QS. An-Nisaa’: 80). Tak heran jika hadis harus lebih menjadi perhatian bagi setiap muslim. Dalam kehidupan sehari-hari, sedikit atau banyak tak bisa dipungkiri bahwa setiap gerak dan aktifitas setiap muslim dipengaruhi al-Qur’an dan hadis. Dari sinilah kita harus faham bahwa pengetahuan kita dalam beragama, atau lebih spesifiknya kepada pemahaman hadis itu harus dapat menunjukkan suatu pemahaman yang benar dan bijak agar bertindak sesuai hadis . Maka sebagai muslim hendaknya tidaklah acuh terhadap masalah hadis. Meskipun banyaknya kesibukan kita dalam urusan dunia rasanya untuk  menyempatkan sedikit waktu guna Menghadiri majelis kajian hadis, membaca dan mempelajari hadis, ataupun hanya nonton kajian hadis di internet itu bukanlah hal yang sulit dilakukan, dalam tanda kutip bagi mereka yang memang...

Sejarah Awal Berdirinya Muhammadiyah

  Oleh: Immawan Alfandi Ilham Muhammadiyah sebagai gerakan sosial-keagamaan yang berdiri lebih dari satu abad lalu, telah memberikan banyak kontribusi sebagai upaya memajukan agama, bangsa dan negara. Besarnya Muhammadiyah saat ini tidak terlepas dari beratnya perjuangan yang dilakukan oleh pendirinya yaitu KH Ahmad Dahlan dan para perintis generasi awal Muhammadiyah. Muhammad Darwis (nama kecil KH Ahmad Dahlan) merupakan putra dari seorang Ketib Majid Gedhe Kauman yaitu KH Abu Bakar dan ibu Siti Aminah. Beliau lahir pada 1 Agustus 1868 di Kauman Yogyakarta yang merupakan tempat kediaman para ulama dan kyai Kraton Yogyakarta. Kiai Dahlan sejak muda sudah memiliki semangat belajar yang tinggi, tidak hanya itu beliau juga dikenal sebagai seorang yang lemah lembut, sabar dan suka mengalah namun sangat teguh pendirian dan bertanggung jawab. Tujuh tahun setelah kepulangan Kiai Dahlan dari Makkah dan setelah menikah dengan Siti Walidah, ayah beliau KH Abu Bakar wafat. Setelah wafatnya ...

Revolusi Pendidikan di Era Milenial

  NOTULENSI DISKUSI IMM Revolusi Pendidikan di Era Milenial (2 Mei 2020) Oleh: PK IMM Ushuludin Muqaddimah Pendidikan tak akan pernah berhenti dibahas, karena cakupannya sangatlah luas. Dalam diskusi ini pembahasan akan dikhususkan terkait hal ihwal pendidikan menengah, khususnya dalam ruang lingkup perguruan tinggi. Landasan teologis mengenai pendidikan terdapat dalam potongan ayat 11 dalam Surah Al-Mujadalah, yang berbunyi “….yarfa’ullahulladziina aamanu minkum, walladziina uutul ‘ilma darojaat....”. Ayat ini menjelaskan bahwa mereka yang menuntut ilmu adalah mereka yang sedang diangkat derajatnya oleh Allah. Bahkan, ayat ini menggunakan kata jama’ , yaitu “ darojaat” , yang maksudnya adalah beberapa derajat. Pendidikan dan Generasi Milenial Pendidikan menurut UU N0.20 th 2003 adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran, agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya, untuk memiliki kekuatan spiritual keagam...

Sore Bersama Ketua Instruktur Cabang

Oleh: Immawan Nizam Zulfa Sleman- PK IMM Ushuluddin kembali menggelar semacam reuni dengan seorang alumninya pada Jum’at (28/02), yaitu Immawan Aufa Yuvella ( mas aufa, sapa akrab kami ) yang saat ini sudah bertahta sebagai instruktur di PC IMM Sleman. Dalam tajuk diskusi jum’at sore, beliau memaparkan terkait bagaimana menumbuhkan budaya responsif kader ikatan terhadap isu-isu publik yang kian semakin marak di era dewasa ini. Sebagai seorang yang pernah menangani perkaderan di IMM Ushuluddin, dalam kesempatan tersebut M as A ufa menekankan terlebih dahulu terkait hakikat seorang kader ikatan. Karena seorang kader haruslah memiliki niat yang kuat dan terarah jelas di dalam ikatan ini. Apa yang mau ia capai dan bagaimana cara untuk sampai pada itu. Papar beliau lebih lanjut, bahwa di IMM ada tiga kompetensi yang bisa kader tuju dan dapatkan yaitu Intelektualitas, Humanitas (sosial), dan Religiusitas. Fokus terhadap salah satunya akan lebih baik daripada jika kader mengejar ke...

Setangkai Mawar Menawan

SETANGKAI MAWAR MENAWAN Layaknya hubungan vertikal dan cinta yang diterima hamba dari Tuhan, Cinta Tuhan yang tak bosan Dia berikan Layaknya hubungan horizontal seseorang dengan kawan, Saling berjuang dan menguatkan Setangkai mawar menawan, Lambang cinta yang tak butuh pembuktian, Hanya menunggu waktu dan jawaban kesetiaan, Mereka rela berkorban, Waktu, tenaga, harta, fikiran Walau naas, tak jarang mereka jadi korban Setangkai mawar menawan, Tumbuh indah di taman impian, Taman yang sejuk dan penuh kenyamanan, Penuh cinta, canda, tawa, duka, cerita dan kenangan, Untuk cerita anak-anak dan generasi masa depan Setangkai mawar menawan, Bunga indah, penuh asa nan harapan, Harapan, harapan, dan harapan tuk meraih angan, Demi melanjutkan khittah dan perjuangan Nanjah Ma’an.. Terimakasih Immawati dan Immawan… Sweet regard, Arina