Langsung ke konten utama

Postingan

WARNA FAJAR SIANG

Oleh : Joko Riyanto Gauangan itu lagi-lagi tak terdengar pada telinga yang penuh kotaran yang menyumbat aliran pada saraf yang mebuatku melihat dan merasakan indahnya secerca cahaya pagi-pagi buta pada celah-celah jendela. Akankah hidup seperti ini semata atau kah seperti itu semata, aaaahhh aku tak tau mengenai hidupku sebagai apa. Ketika ku kerap merenung dalam-dalam di pagi hari ini aku harus memaknai apa hidupku. Karena kalau menilik kebelakang sejenak experien personal yang aku alami dalam hidup ini, pastilah hidup diawali dengan pagi-pagi buta. Akan tetapi lagi-lagi aku gagal merasakan indahnya. Slamat fajar siang semuanya..!!!!   q:(-_-):p Secangkir kopi menemani fajar siang ku ini bersama sesosok kawan yang sudah lama aku merindukannya dalam duniaku sekarang ini, berada di perantauan. Taukah kalian isi hatiku kawan, dalam setiap pagiku aku ingin tersenyum pada sahabat, kekasih, dan dunia. Aku ingin berkoar-koar di tebing pantai menyuarakan siapakah aku ini. Selama s...

Anak-anak Kita Bukanlah Burung Dara yang Sayapnya Diikat

                     oleh : Prof Rhenald Kasali                                Pada abad ke-15, seorang pelaut tangguh mengangkat layar kapalnya menyeberangi lautan. Tujuannya adalah pusat rempah-rempah di timur. “India.” Ia berseru pada semua awak kapalnya. “Kita telah mendarat di India.” Anda mungkin sudah bisa mereka siapa yang saya maksud. Ya , dia adalah Christopher Colombus. Alih-alih mendarat di India seperti janjinya pada ratu Isabel yang membiayai misi perjalanannya (untuk memperkuat posisi Spanyol dalam perdagangan rempah-rempah yang terputus akibat Perang Salib), Colombus justru mendarat di  Amerika. Ini tentu di luar harapannya. Saat menghadap ratu, ia pun dicemooh para penjelajah dunia lainnya yang sudah sampai...

Reaktualisasi Qurban sebagai Simbol Filantropi

Oleh : Muhammad Ridha Basri Dari tahun ke tahun, animo masyarakat untuk berqurban semakin menggejala. Lihat saja data di Kementerian Pertanian, yang mencatat bahwa permintaan hewan kurban di Indonesia meningkat 11 persen setiap tahunnya sejak tahun 2010. Artinya ada ratusan ribu hewan ternak yang disembelih pada hari-hari tasyrik setiap tahunnya.Tidak hanya menjadi trend di kalangan menengah ke atas, bahkan kelas menengah ke bawah pun tak mau ketinggalanuntuk ikut serta berkonstribusi, terlebih ketika dipermudah dengan adanya sistem sokongan . Dalam sistem ini, seekor hewan qurban didapat dari hasil sumbangan beberapa individu, biasanya diwakili oleh tujuh orang. Merebaknya virus berqurban di masyarakat dapat dipicu oleh banyak faktor. Bisa jadi karena dilandasi oleh kesadaran atas panggilan Tuhan,dan atau rasa keprihatinan kepada sesama makhluk Tuhan di muka bumi, yang tidak seberuntung dirinya. Bahkan, ada juga yang didesak olehsikap ikut-ikutan atau modus, untuk memperole...

Idul Adha dan Bakti Sosial PK.IMM Ushuluddin UIN Sunan Kalijaga

Alhamdulillah.. . Kegiatan Idul Adha dan bakti sosial PK.IMM Ushuluddin UIN Sunan Kalijaga di Dusun Pranan, Banjaroya, Kecamatan Kalibawang, Kulon Progo, Yogyakarta, pada tanggal 3 s.d. 4 Oktober 2014, berupa pengumpulan, penyembelihan, dan penyaluran hewan qurban; penjualan paket sembako murah; pembagian pakaian bekas; dan lain-lain telah berjalan dengan baik dan lancar. Kami atas nama panitia mengucapkan terima kasih dan jazakumullahu khairan jaza' atas bantuan dan partisip asi segenap para Ayahamda, Kakanda, Yunda, Alumni, dan para kader Immawan dan Immawati, juga kepada instansi yang telah mempercayakan kegiatan ini pada kami panitia, sehingga semua paket kegiatan pengabdian masyarakat ini terselenggara. "Kasih yang ditabur kepada sesama, kelak akan membuahkan kebahagiaan" Akhirnya, kami mengucapkan selamat berhari raya, ied mubarak, kullu 'am, wa antum bi khair.. Happy idul adha 1435 H.. Mohon maaf lahir dan batin. Dosa kita kepada yang Maha...

“Kata Mutiara Syetan”

Karya : Joko Riyanto           Di suatu daerah padang pasir hiduplah tiga orang bersaudara, dua orang laki-laki dan satu seorang adik perempuan. Kedua orang tua mereka telah meninggal dunia, ayahnya seorang prajurit kerajaan yang ada di arab, sedang ibunya akibat penyakit komplikasi yang dideritanya sehingga Tuhan mentakdirkan akhir hidupnya dengan meninggalkan tiga orang anak. Mereka bernama Ahmad berumur 25 tahun, Salim berumur 20 tahun, dan halimah masih berumur 17 tahun.            Pada suatu ketika ada sebuah surat dari kerajaan yang dulu ayahnya pernah menjadi prajurit di sana. Isi dari surat itu ialah “wahai saudara-saudarku, marilah kita perjuangkan agama Allah ini, dengan kekuatan dari Tuhan, dengan mengucap bismillah dan lailaha illa allah kita berperang dengan orang-orang kafir yang telah memperolok agama kita”. Karena mereka mendapat panggilan dari kerajaan untuk berperang maka ...

Sekularisme Perancis Tengah Diuji*

oleh Andar Nubowo Sarkozy menegaskan perlunya kaum Muslim dan kelompok agama manapun yang datang belakangan di Perancis untuk menghormati nilai-nilai dasar Republik Perancis, yaitu kesetaraan manusia, hak-hak wanita, sekularisme (laïcité), dan pemisahan antara yang profan dan spiritual. Sarkozy juga menegaskan perlunya kelompok dan komunitas yang beragam untuk berbaur (metissage) satu sama lain. Bagi Sarkozy, Perancis adalah sebuah negara dan Republik yang berbeda dengan kecenderungan komunitarianisme. Komunitas nasional yang ia inginkan adalah Republik yang berbaur (Republique métissée) yang majemuk. Di tengah guyuran salju, Tramway 1 jurusan St Denis-Noisy Le Sec menapaki jalan besi yang dingin dan kaku. Pagi itu, bangku di dalam kereta tak semuanya penuh. Jarum jam yang masih di angka 07.45 lebih membuat orang memilih untuk menghangatkan diri di rumah. Di bangku belakang, duduk seorang wanita dengan dua anak yang masih balita. Wanita itu berbalut burka, jenis p...

Ada Apa Dengan Ushuluddin?

Oleh : Joko Riyanto           Ilmu Ushuluddin sangatlah tidak asing di kalangan para intelektual Islam, Intelektual barat, atau akademisi. Akan tetapi ilmu ushuluddin ini akan asing dan berbahaya pada kacamata masyarakat awam. Karena berbagai alasan dan berbagai implikasi pemikiran para mahasiswa ushuluddin yang agaknya aneh di ranah masyarakat. Tidak jauh dari itu sebagai contoh pemilihan tema pada OSPEK di UIN Surabaya “Tuhan Itu Membusuk”. Itulah fakta real yang membuat geram masyarakat umumnya dan kelompok Muslimin khususnya.           Akan tetapi perlu kita ketahui bahwa, ilmu ushuluddin ini sangatlah penting. Sperti yang di ibaratkan oleh salah satu narasumber pemateri pada Studium General Fakultas Ushuluddin UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta mengatakan : “ilmu Ushuluddin bukan salah satu dari ilmu-ilmu yang ada pada umumnya, akan tetapi ilmu ushuluddin adalah akar dari segalanya.” B...